About the Journal

Kata "Akoloutheo" (ἀκολουθέω) adalah kata kerja (bahasa Yunani) yang berarti "mengikuti" atau "mengikuti jejak." Kata ini ditemukan di banyak tempat dalam Perjanjian Baru (cth: Matius 4:20; 8:22, 9:9; Lukas 5:11; Yohanes 1:43; 8:12). Dalam konteks PB, "Akoloutheo" merupakan panggilan untuk menjadi pengikut Kristus, yang melibatkan tindakan nyata dalam menjalani ajaran-Nya, mengikuti teladan-Nya, dan mempersembahkan hidup sebagai tanda kesetiaan kepada-Nya. Kata ini mencerminkan komitmen yang mendalam terhadap prinsip-prinsip iman dan tindakan kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Current Issue

Vol. 2 No. 2 (2025): Pengembangan Kapasitas Jemaat dan Pemberdayaan Sosial Berbasis Konteks Lokal
					View Vol. 2 No. 2 (2025): Pengembangan Kapasitas Jemaat dan Pemberdayaan Sosial Berbasis Konteks Lokal

Dengan syukur yang mendalam, kami mempersembahkan Jurnal Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 2 September 2025. Edisi ini mengangkat tema “Pengembangan Kapasitas Jemaat dan Pemberdayaan Sosial Berbasis Konteks Lokal,” yang menegaskan komitmen terhadap upaya penguatan kapasitas teologis warga dan pekerja gereja sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam dinamika sosial-ekonomi di lingkungannya.

Artikel pertama, berjudul Firman Menginspirasi, Nyanyian Menyaksikan: Menguatkan Iman dan Pelayanan di Resort GKE Tumbang Samba” oleh Tahan Mentria Cambah dan Gabriella Tara Yohanessa, memaparkan tentang Kursus Teologi Warga Gereja (KTWG) di Resort GKE Tumbang Samba. Artikel ini menegaskan bahwa KTWG adalah sarana pembentukan spiritual dan teologis yang memperkaya kehidupan jemaat dalam kehidupan bergereja dan beriman.

Artikel kedua, berjudul “Bertumbuh dan Berakar dalam Kristus: Kursus Teologi Warga Gereja (KTWG) sebagai Upaya Penguatan Jemaat di Resort GKE Kahayan Hulu” oleh Idrus Sasirais, Sanon, dan Sudianto, juga menyoroti tentang pentingnya pendidikan teologi bagi warga jemaat untuk bertumbuh dan berakar di dalam Kristus.

Artikel ketiga, Penguatan Literasi Alkitab dan Teologi Pluralitas melalui Kursus Teologi Warga Gereja di Resort GKE Tabalong oleh Bimbing Kalvari dan Enta Malasinta Lantigimo, menegaskan pentingnya pendidikan teologi berbasis konteks lokal dalam memperkuat fondasi iman dan mendorong peran gereja dalam membangun masyarakat yang rukun.

Artikel keempat, Berkhotbah Kreatif-Pastoralik dari Teks-Teks Perjanjian Lama: Pelatihan dalam Rangka Pembekalan Vikaris Gereja Toraja Mamasa Tahun 2025”, ditulis oleh Makmur dan Cantika, menawarkan model khotbah Kreatif-Pastoralik dari teks-teks Perjanjian Lama untuk menjembatani ketegangan antara harapan jemaat dan kekuatiran pengkhotbah.

Artikel kelima, Edukasi Peran Masyarakat Dalam Tata Kelola Program Food Estate Singkong Di Desa Tewai Baru, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas” oleh Kisno Hadi dan May Linda Sari, menampilkan kegiatan Pengabdian Masyarakat  yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat  terhadap  kebijakan food estate singkong.

Secara umum, artikel-artikel dalam edisi ini menampilkan praktik pengabdian yang menempatkan pendidikan teologi, pelatihan pelayanan, dan pemberdayaan komunitas sebagai satu kesatuan praksis yang bersifat kontekstual dan transformatif. Kiranya terbitan ini mendorong gereja dan masyarakat untuk terus mengembangkan kapasitas internalnya serta menghadirkan kontribusi sosial yang nyata sesuai dengan konteks lokal masing-masing. Selamat membaca!

Salam hormat,
Lia Afriliani, M.Th.,
Editor-in-Chief Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Published: 2025-09-30
View All Issues

Kata "Akoloutheo" (ἀκολουθέω) adalah kata kerja (bahasa Yunani) yang berarti "mengikuti" atau "mengikuti jejak." Kata ini ditemukan di banyak tempat dalam Perjanjian Baru (cth: Matius 4:20; 8:22, 9:9; Lukas 5:11; Yohanes 1:43; 8:12). Dalam konteks PB, "Akoloutheo" merupakan panggilan untuk menjadi pengikut Kristus, yang melibatkan tindakan nyata dalam menjalani ajaran-Nya, mengikuti teladan-Nya, dan mempersembahkan hidup sebagai tanda kesetiaan kepada-Nya. Kata ini mencerminkan komitmen yang mendalam terhadap prinsip-prinsip iman dan tindakan kasih dalam kehidupan sehari-hari.