CALL FOR PAPER
Vol. 4 No. 1 (Maret 2027) menanti Anda. Mari submit artikel PkM Anda!
Baca lebih lanjut tentang CALL FOR PAPERAkoloutheo adalah jurnal pengabdian kepada masyarakat yang diterbitkan dan dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis (STT GKE). Kata "Akoloutheo" (ἀκολουθέω) adalah kata kerja (bahasa Yunani) yang berarti "mengikuti" atau "mengikuti jejak." Kata ini ditemukan di banyak tempat dalam Perjanjian Baru (cth: Matius 4:20; 8:22, 9:9; Lukas 5:11; Yohanes 1:43; 8:12). Dalam konteks PB, "Akoloutheo" merupakan panggilan untuk menjadi pengikut Kristus, yang melibatkan tindakan nyata dalam menjalani ajaran-Nya, mengikuti teladan-Nya, dan mempersembahkan hidup sebagai tanda kesetiaan kepada-Nya. Kata ini mencerminkan komitmen yang mendalam terhadap prinsip-prinsip iman dan tindakan kasih dalam kehidupan sehari-hari. Jurnal ini merupakan alat informasi dan sosialisasi mengenai hasil-hasil pengabdian dari civitas akademika kepada masyarakat.
Artikel yang dimuat dalam jurnal ini berbasis penelitian, diantaranya mencakup Participatory Action Research, Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset, Riset Berbasis Masyarakat, Pembelajaran Layanan, dan Pengembangan Masyarakat.
Jurnal ini terbit sebanyak dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Maret dan September.
Vol. 4 No. 1 (Maret 2027) menanti Anda. Mari submit artikel PkM Anda!
Baca Selengkapnya Baca lebih lanjut tentang CALL FOR PAPER
Dengan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, kami mempersembahkan Jurnal Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3 Nomor 2 September 2026. Edisi ini mengangkat tema “Pembinaan Iman dan Kolaborasi dalam Pelayanan Gereja dan Masyarakat”. Tema ini mencerminkan semangat pengabdian yang memperkuat kehidupan iman sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian dan kerja sama dalam gereja serta masyarakat.
Artikel pertama, berjudul “Analisis Fenomena Hedonisme Berdasarkan Yakobus 4:1-3 dan Implikasinya bagi Konseling Pastoral pada Pemuda Kristen di GBI Keluarga Allah Yogyakarta” oleh Ester Hanani Aris dan Sebelom Kogoya, mengungkapkan bahwa pendampingan yang berpusat pada pemulihan orientasi hati lebih bertahan dibandingkan pendekatan yang berhenti pada modifikasi perilaku. Kegiatan PkM ini menghasilkan modul pendampingan pastoral kontekstual yang dapat direplikasi oleh gereja lokal.
Artikel kedua, berjudul “Kolaborasi Lintas Agama dalam Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Program KKN-T 2026 sebagai Implementasi Moderasi Beragama di Lembang Kaduaja Kecamatan Gandang Batu Sillanan” oleh Aditya, Alfriani Sandra, Alfrida Yanti Omba, Della Yuchi, Chris Nadia Tanan, Revi Mariska, Surya Stefani, Tari Datu Lapik, Dickyryan Gangga, Delvin Siri, dan Merlin Brenda A. Lumintang menyoroti tentang peluang program KKN-T sebagai ruang pembelajaran lintas agama bagi mahasiswa. KKN-T menjadi ruang strategis dalam mengimplementasikan moderasi beragama melalui praktik sosial lintas agama.
Artikel ketiga, “Penguatan Pelayanan Anak melalui Pembinaan Guru Sekolah Minggu dan Sekolah Alkitab Satu Hari Anak GKE di Resort GKE Tabalong Tanjung” oleh Happy Seviana Undas dan Lia Afriliani, menyoroti penguatan pelayanan anak tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kapasitas GSM, tetapi juga pelibatan anak secara aktif dalam proses pembelajaran iman. Dua kegiatan PkM yang dilaksanakan memberikan pilihan cara GSM untuk menyampaikan cerita Alkitab dengan alat peraga serta mendorong keterlibatan anak dalam mempelajari Alkitab.
Artikel keempat, “Edukasi Teologis tentang Hujat terhadap Roh Kudus sebagai Dosa yang Tidak Diampuni bagi Jemaat GBI Trans Bali” oleh Rudy Roberto Walean, Adrianus Apei Gege Sakekle, Dandi, Nordi, Y. Alendra, dan Benaya Adi Saputra, melaporkan upaya penguatan literasi teologi jemaat di tengah perkembangan era digital. Kegiatan PkM memperlihatkan bahwa pendekatan edukasi teologis kontekstual mampu membantu jemaat memahami isu doktrinal secara lebih sehat dan alkitabiah.
Artikel kelima, “Dipulihkan dalam Kristus: Menghidupi Kembali Gambar Allah yang Rusak bagi Pemuda-Pemudi GPdI Elshaday Natar” oleh Rudy Roberto Walean, Vrence Mika Mamoribo, Arjuanto Adu, Yoseph Viky Bria, Crisyanto Welerubun, Imanuel Hutagalung, dan Benyamin Buky, menyoroti upaya pembinaan rohani kepada pemuda. Melalui seminar dan pendalaman Alkitab, peserta memahami identitas manusia sebagai gambar Allah, dampak dosa terhadap identitas manusia, serta pemulihan yang tersedia di dalam Kristus.
Kelima artikel dalam edisi ini menegaskan pentingnya pembinaan iman dan kolaborasi dalam pelayanan gereja dan masyarakat. Beragam bentuk pengabdian melalui pendampingan pastoral bagi pemuda, pembinaan guru Sekolah Minggu dan anak, edukasi teologis bagi jemaat, serta kolaborasi lintas agama memperlihatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat harus berangkat dari kebutuhan nyata dan melibatkan mereka yang dilayani secara aktif. Kami berharap terbitan ini mendorong gereja, lembaga pendidikan teologi, dan para pembaca untuk mengembangkan praktik pengabdian yang peka terhadap kebutuhan gereja dan masyarakat, memperkuat kehidupan iman, serta membangun kerja sama di tengah keberagaman. Selamat membaca!
Salam hormat,
Lia Afriliani, M.Th.
Editor-in-Chief Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Abstrak View: 59,
PDF Download: 37
Abstrak View: 57,
PDF Download: 36
Abstrak View: 46,
PDF Download: 41
Abstrak View: 62,
PDF Download: 35
Abstrak View: 58,
PDF Download: 35
Kata "Akoloutheo" (ἀκολουθέω) adalah kata kerja (bahasa Yunani) yang berarti "mengikuti" atau "mengikuti jejak." Kata ini ditemukan di banyak tempat dalam Perjanjian Baru (cth: Matius 4:20; 8:22, 9:9; Lukas 5:11; Yohanes 1:43; 8:12). Dalam konteks PB, "Akoloutheo" merupakan panggilan untuk menjadi pengikut Kristus, yang melibatkan tindakan nyata dalam menjalani ajaran-Nya, mengikuti teladan-Nya, dan mempersembahkan hidup sebagai tanda kesetiaan kepada-Nya. Kata ini mencerminkan komitmen yang mendalam terhadap prinsip-prinsip iman dan tindakan kasih dalam kehidupan sehari-hari.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Diterbitkan oleh Unit Penerbitan dan Informasi Sekolah Tinggi Teologi GKE (UPI STT GKE)