Pastoral Care, Diakonia, dan Dukungan Psikososial Awal Orang Dengan Gangguan Jiwa sebagai Praksis Missio Dei di Yayasan Talitakum Cahaya Batam – Rumah Singgah Kasih-Kasihan, Tanjung Piayu Batam
Kata Kunci:
missio Dei, pastoral care, ODGJ, diakonia kontekstual, rehabilitasi psikososialAbstrak
Marginalisasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kota Batam berlangsung dalam ruang yang paradoks, ketika komunitas iman yang secara teologis dipanggil menjadi tempat pemulihan justru kerap mereproduksi stigma melalui atribusi spiritual-moral atas penderitaan psikis. Realitas pasung, kemiskinan struktural, dan keterbatasan layanan kesehatan jiwa memperdalam pengucilan tersebut, sementara pendidikan teologi di Indonesia masih belum sepenuhnya menjawab keterputusan antara ruang akademik dan tubuh-tubuh yang rentan. Artikel ini menawarkan refleksi atas program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Program Studi S1 Teologi STT Real Batam di Yayasan Talitakum Cahaya Batam – Rumah Singgah Kasih-Kasihan, Tanjung Piayu Batam, dengan sasaran penghuni yang sedang menjalani rehabilitasi gangguan jiwa. Program dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang memadukan pendampingan pastoral, edukasi spiritual berbasis Yohanes 14:27, doa komunal, distribusi sembako, dan interaksi relasional. Analisis dampak dibangun di atas integrasi empat kerangka teoretis, yaitu spiritual well-being, pastoral care, diakonia sebagai pelayanan timbal balik, dan missio Dei sebagai partisipasi dalam karya Allah. Temuan menunjukkan bahwa pendampingan pastoral mengonstruksikan pengalaman reflektif peserta sebagai perjumpaan dengan damai Kristus yang memulihkan keutuhan jiwa, memperkuat modal sosial rumah singgah, dan membentuk kepekaan etis serta kompetensi pelayanan mahasiswa teologi sehingga program ini menggeser paradigma karitatif ke arah resonansi diakonial dalam pelaksanaan misi Allah bagi komunitas marginal ODGJ.



